Dr. H. Imam Tobroni Tegaskan Banyumas Role Model PBN Jateng, Sokaraja Jadi Mercusuar Literasi Aswaja

    Dr. H. Imam Tobroni Tegaskan Banyumas Role Model PBN Jateng, Sokaraja Jadi Mercusuar Literasi Aswaja
    Dr. H. Imam Tobroni Tegaskan Banyumas Role Model PBN Jateng, Sokaraja Jadi Mercusuar Literasi Aswaja

    BANYUMAS - Ketua Pojok Baca Nahdliyin (PBN) Wilayah Jawa Tengah, Dr. H. Imam Tobroni, S.Ag., M.Si., menegaskan komitmennya menjadikan Banyumas sebagai role model gerakan literasi Nahdiyin di Jawa Tengah. 

    Penegasan tersebut disampaikan dalam wawancara eksklusif bersama awak media, Selasa (10/02/2026) secara tatap muka dan Kamis sore (12/02/2026) secara daring, usai rangkaian pengukuhan PBN Kabupaten Banyumas yang digelar di Sokaraja dan dirangkai dengan safari Rapat kerja wilayah serta peluncuran dan bedah buku Sholawat Badar.

    “Jawa Tengah kami siapkan sebagai kunci pelaksanaan program strategis. Banyumas adalah kabupaten kedua setelah Cilacap, yang dikukuhkan setelah tingkat provinsi. Ini bukti bahwa Banyumas sangat layak menjadi role model PBN kabupaten di Jawa Tengah, ” tegas Dr. Imam Tobroni.

    Ia menambahkan, “Ini bukan sekadar seremoni, tetapi awal gerakan budaya dan literasi yang terkonsolidasi hingga ke akar rumput.”

    Menurutnya, Purwokerto sebagai pusat Kabupaten Banyumas diproyeksikan menjadi contoh pengembangan rumah literasi yang terencana dan sistematis. 

    “Setiap kabupaten harus memiliki pusat atau rumah literasi. Pojok baca Nahdiyin harus hadir sampai di desa-desa, masjid, dan pondok pesantren, madrasah, sekolah, dengan  membawa literasi keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah dan menguatkan Islam moderat, ” ujarnya.

    Ia juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan kolaboratif. 

    “Program ini harus berjalan teratur, terstruktur, dan berbasis interaksi dengan masyarakat. Kita harus berkolaborasi, karena kolaborasi adalah kunci keberhasilan. Tanpa kolaborasi, gerakan ini tidak akan kuat dan berkelanjutan, ” tandasnya.

    Pemilihan Sokaraja, Banyumas, sebagai lokasi pengukuhan dinilai sarat nilai historis dan kultural.

    “Sokaraja memiliki kekuatan budaya dan tradisi literasi. Banyak tokoh yang lahir dari sini. Tidak salah jika Banyumas kami jadikan ikon kebangkitan literasi Nahdiyin di Jawa Tengah, ” katanya optimistis.

    Di akhir wawancara, Dr. H.  Imam Tobroni menyampaikan apresiasi mendalam kepada PBN Kabuoaten Banyumas, Kemenag Banyumas beserta selueuh jajaranya dan PP Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja.

    “Saya meyakini PBN Kabupaten  Banyumas akan bergerak cepat dan menjadi inspirasi bagi daerah lain. Terima kasih kepada PP Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja yang telah menjadi pusat inspirasi gerakan ini. Semoga Allah SWT meridai setiap langkah perjuangan ini, menguatkan para penggeraknya, dan menjadikan Banyumas sebagai mercusuar literasi Nahdiyin yang membawa keberkahan bagi umat dan bangsa, ” pungkasnya penuh harap dan doa.

    (Djarmanto-YF2DOI)

    banyumas dr h imam tobroni
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Empat Dekade Istiqamah, Madrasah Al-Ittihaad...

    Artikel Berikutnya

    Kepala Kemenag Banyumas Serahkan Piala,...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Pelaku Penembakan Tito Karnavian Sewaktu Menjadi Kapolda Papua Berhasil Dilumpuhkan Satgas Ops Damai Cartenz
    Kodim 1714/Puncak Jaya Gelar Upacara Korps Kenaikan Pangkat Bintara
    UNIFIL Gelar Upacara Memorial untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Selatan
    Pengamanan Humanis Babinsa Mapurujaya di Prosesi Ibadah dan Jalan Salib
    Pererat Kemitraan Strategis, Panglima TNI Terima Courtesy Call Panglima Angkatan Tentera Malaysia

    Ikuti Kami